Jumat, Oktober 24, 2008

Bila Rasaku Ini Rasamu

Aku memang terlanjur mencintaimu
Dan tak pernah kusesali itu

Seluruh jiwa telah ku serahkan

Menggenggam janji setiaku

Kumohon jangan jadikan semua ini

Alasan kau menyakitiku

Meskipun cintamu tak hanya untukku

Tapi cobalah sejenak mengerti

Bila rasaku ini rasamu

Sanggupkah engkau menahan sakitnya

Terkhianati cinta yang kau jaga

Coba bayangkan kembali
Betapa hancurnya hati ini, kasih

Semua telah terjadi

Bila rasaku ini rasamu

Sanggupkah engkau menahan sakitnya

Terkhianati cinta yang kau jaga

Coba bayangkan kembali

Betapa hancurnya hati ini, kasih

Semua telah terjadi

Aku memang terlanjur mencintaimu


by Kerispatih

Selasa, Oktober 14, 2008

Selamat Ulang Tahun, Pie....

Hari ini papie berulang tahun yang ke 72. Rambut papie sudah putih semua. Tapi papie masih suka keras kepala, inginnya melakukan hal-hal sendiri tanpa pertolongan orang lain, terkadang sampai membuat semua orang khawatir. Tapi itu memang sudah menjadi sifatnya.

Semalam saat di meja makan, papie bilang, "Kali ini papie ngga mau dipesenin kue tart, beli pizza aja deh, lebih enak". Heran, bisa nyambung banget. Baru 2 hari yang lalu mamie juga mengatakan hal yang sama, "Papie kita beliin pizza aja ya, daripada kue tart, kan ngga boleh makan yang manis-manis." Memang iya, sejak setahun terakhir ini papie mengidap penyakit diabet, jadi makannya harus benar-benar dijaga.

Hadiah kecil juga sudah kami siapkan, sebuah HP GSM mungil merk Nokia. Entah kenapa akhir-akhir ini papie sangat ingin bisa punya HP sendiri. Padahal dulu sudah sempat dibelikan, tapi papie tidak pernah mau memakainya.

Kadang aku merasa hanya sedikit sekali punya waktu untuk papie. Pulang kerja, sehabis mandi, aku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar, bersantai sambil baring, karena aku juga merasa lelah kerja seharian. Padahal seharian papie sudah sendirian, karena tinggal akulah satu-satunya anaknya yang masih tinggal di rumah. Paling hanya ditemani mamie, itu pun tidak setiap saat mamie bisa menemani papie, karena mamie juga sibuk mengurus bisnis cateringnya.

Dipikir-pikir, aku lebih payah dari kakak-kakakku yang lain. Aku terkadang sering menegur kedua kakak laki-lakiku yang jarang menelpon ke rumah hanya untuk sekedar menanyakan kabar papie. Padahal aku sendiri, sebagai anak yang masih bisa berada di dekat papie, jarang menghabiskan waktu bersamanya. Banyak hal-hal sederhana yang seharusnya bisa kulakukan untuk membuat papie bahagia. Sekedar menemaninya mengobrol sambil menonton tv, atau menemaninya jalan-jalan pagi.

Aku berjanji, akan mengubah diriku, dengan lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya... Selamat ulang tahun ya pie, semoga papie selalu dinaungi kebahagiaan di hari tua papie, aku sayang papie...

Selasa, Oktober 07, 2008

Laskar Pelangi The Movie

Waktu pertama mendengar berita kalau novel Laskar Pelangi akan difilmkan, langsung terlintas dalam pikiranku "Ah, paling hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan film-film lain yang disadur dari novel ternama, mengecewakan, karena biasanya penggambaran di film-film tidak bisa seperti di novel-novelnya"

Namun demikian, karena aku sangat menyukai sekali novelnya, dan juga didorong oleh rasa penasaran, begitu filmnya mulai diputar di bioskop, aku pun menyempatkan diri untuk menonton, dan ternyata....hasilnya sungguh tidak mengecewakan. Kerjasama sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana ini layak diberi acungan jempol.

Ada juga beberapa skenario dan tokoh tambahan yang tidak terdapat di bukunya. Beberapa bagian sempat membuatku hampir mengeluarkan air mata, bahkan ada satu bagian, yakni pada episode dimana Lintang tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya, air mata benar benar keluar deh.

Penampilan anak-anak yang menjadi pemeran Laskar Pelangi juga luar biasa, mengingat mereka bukanlah anak-anak yg pernah bermain dalam film sebelumnya, melainkan hanya anak-anak biasa yang tinggal di Belitong.

Dan seperti saat membaca novelnya, kisah Laskar Pelangi ini kembali membuatku terharu, kisahnya sungguh menyentuh dan inspired banget. Ayo buruan nonton sana yang belum pada nonton.

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga... (OST Laskar Pelangi, by Nidji)