Selasa, Oktober 14, 2008

Selamat Ulang Tahun, Pie....

Hari ini papie berulang tahun yang ke 72. Rambut papie sudah putih semua. Tapi papie masih suka keras kepala, inginnya melakukan hal-hal sendiri tanpa pertolongan orang lain, terkadang sampai membuat semua orang khawatir. Tapi itu memang sudah menjadi sifatnya.

Semalam saat di meja makan, papie bilang, "Kali ini papie ngga mau dipesenin kue tart, beli pizza aja deh, lebih enak". Heran, bisa nyambung banget. Baru 2 hari yang lalu mamie juga mengatakan hal yang sama, "Papie kita beliin pizza aja ya, daripada kue tart, kan ngga boleh makan yang manis-manis." Memang iya, sejak setahun terakhir ini papie mengidap penyakit diabet, jadi makannya harus benar-benar dijaga.

Hadiah kecil juga sudah kami siapkan, sebuah HP GSM mungil merk Nokia. Entah kenapa akhir-akhir ini papie sangat ingin bisa punya HP sendiri. Padahal dulu sudah sempat dibelikan, tapi papie tidak pernah mau memakainya.

Kadang aku merasa hanya sedikit sekali punya waktu untuk papie. Pulang kerja, sehabis mandi, aku lebih banyak menghabiskan waktu di kamar, bersantai sambil baring, karena aku juga merasa lelah kerja seharian. Padahal seharian papie sudah sendirian, karena tinggal akulah satu-satunya anaknya yang masih tinggal di rumah. Paling hanya ditemani mamie, itu pun tidak setiap saat mamie bisa menemani papie, karena mamie juga sibuk mengurus bisnis cateringnya.

Dipikir-pikir, aku lebih payah dari kakak-kakakku yang lain. Aku terkadang sering menegur kedua kakak laki-lakiku yang jarang menelpon ke rumah hanya untuk sekedar menanyakan kabar papie. Padahal aku sendiri, sebagai anak yang masih bisa berada di dekat papie, jarang menghabiskan waktu bersamanya. Banyak hal-hal sederhana yang seharusnya bisa kulakukan untuk membuat papie bahagia. Sekedar menemaninya mengobrol sambil menonton tv, atau menemaninya jalan-jalan pagi.

Aku berjanji, akan mengubah diriku, dengan lebih banyak menghabiskan waktu bersamanya... Selamat ulang tahun ya pie, semoga papie selalu dinaungi kebahagiaan di hari tua papie, aku sayang papie...

Selasa, Oktober 07, 2008

Laskar Pelangi The Movie

Waktu pertama mendengar berita kalau novel Laskar Pelangi akan difilmkan, langsung terlintas dalam pikiranku "Ah, paling hasilnya tidak akan jauh berbeda dengan film-film lain yang disadur dari novel ternama, mengecewakan, karena biasanya penggambaran di film-film tidak bisa seperti di novel-novelnya"

Namun demikian, karena aku sangat menyukai sekali novelnya, dan juga didorong oleh rasa penasaran, begitu filmnya mulai diputar di bioskop, aku pun menyempatkan diri untuk menonton, dan ternyata....hasilnya sungguh tidak mengecewakan. Kerjasama sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana ini layak diberi acungan jempol.

Ada juga beberapa skenario dan tokoh tambahan yang tidak terdapat di bukunya. Beberapa bagian sempat membuatku hampir mengeluarkan air mata, bahkan ada satu bagian, yakni pada episode dimana Lintang tidak bisa lagi melanjutkan sekolahnya, air mata benar benar keluar deh.

Penampilan anak-anak yang menjadi pemeran Laskar Pelangi juga luar biasa, mengingat mereka bukanlah anak-anak yg pernah bermain dalam film sebelumnya, melainkan hanya anak-anak biasa yang tinggal di Belitong.

Dan seperti saat membaca novelnya, kisah Laskar Pelangi ini kembali membuatku terharu, kisahnya sungguh menyentuh dan inspired banget. Ayo buruan nonton sana yang belum pada nonton.

Menarilah dan terus tertawa, walau dunia tak seindah surga... (OST Laskar Pelangi, by Nidji)

Jumat, September 12, 2008

Story About My Family

Ayahku, hanya seorang biasa
Kini ia sudah tak bekerja
Di usianya yang menjelang senja
Tak mudah memang menghadapinya
Terlalu diperhatikan membuatnya marah
Ia akan merasa dianggap tidak mampu lagi melakukan apa pun
Kurang diperhatikan, akan membuatnya lebih marah lagi
Ia akan merasa semua orang terlalu sibuk
Sehingga tidak sempat memperhatikannya
Tapi, aku sangat memuja ayahku…

Bundaku, seorang wanita yang bersifat keras
Sangat bertolak belakang dengan ayahku
Terkadang suka berpikiran negatif
Aku suka cape mendengar omelannya
Tapi di balik sifat kerasnya itu
Ia sangat mencintai suami dan anak-anaknya
Terkadang suka berputus asa
Menganggap dirinya belum mengabdikan diri secara maksimal
Terhadap keluarganya ini
Tapi, aku sangat mengagumi sifat bundaku…

Kakak pertamaku, adalah sosok laki-laki yang penyabar
Dari kecil aku paling dimanja olehnya
Aku adalah orang yang paling kehilangan
Saat ia harus pergi merantau karena melanjutkan studynya
Dari kecil aku selalu berpikir
Wanita yang bisa mendapatkannya sangatlah beruntung
Di antara bersaudara, ia orang yang paling sedikit bersuara
Di balik sifat pendiamnya, ia adalah seorang yang kocak dan ramah
Aku suka tak sabar melihatnya terlalu pengalah dalam banyak hal
Tapi, dari kecil aku selalu bangga padanya…

Kakak keduaku, seorang wanita yang keras kepala
Dia tidak pernah mau mendengar nasehatku
Karena baginya, aku selalu hanyalah seorang anak-anak
Tapi dia sering berbagi cerita denganku
Dia punya hobi yang sama denganku, yakni membaca buku
Dari kecil, kami sama-sama rajin mengoleksi buku
Dan itu terus berlanjut hingga kami dewasa
Pengalaman hidup telah membuatnya semakin keras
Terkadang sifat tak mau kalahnya suka membuatku jengkel
Tapi, sebenarnya aku selalu ingin berada di dekatnya...

Kakak ketigaku, adalah seorang laki-laki yang cuek
Dia adalah orang terakhir yang akan kuatir terhadapku
Tapi aku tau, diam-diam dia bangga mempunya adik sepertiku
Dia selalu mendidikku menjadi pribadi yang mandiri
Dia sayangi aku dengan caranya sendiri
Mengingat usia kami yang hanya terpaut 4 tahun
Dia memang teman bermainku yang paling mengasyikan
Memanjat pohon, bermain layangan, bermain kelereng dan banyak lagi
Biarpun dulu aku paling sering bertengkar dengannya
Tapi, aku sangat merindukannya apabila ia tidak ada di rumah...

Mereka adalah keluargaku
Yang mendidik aku dari kecil
Yang sering menegurku karena kesalahan-kesalahanku
Tapi juga tak lupa memujiku saat aku berprestasi
Merekalah yang membuatku menjadi pribadi seperti saat ini
Dan aku sangat mencintai mereka semua…

Senin, September 01, 2008

Serpihan Hati


Serpihan hati di antara sisa-sisa asa
Berusaha kembali kurangkai
Untuk kembali membangun sebuah mimpi
Di balik bayang-bayang kesalahan lalu

Namun mengapa,
Saat kumulai suatu harapan
Saat itu juga kembali tertoreh kecewa
Membuat hatiku semakin lelah

Adakah keindahan masa lalu
Memang tak ada lagi yang tersisa
Adakah bahagia itu
Memang tak bisa kembali aku raih...

Jumat, Agustus 22, 2008

Natane

Natane, atau yang mempunyai judul asli Niji Iro Tougarashi (Tujuh Warna Pelangi) adalah salah satu manga jepang yang populer karya dari Adachi Mitsuru. Komik ini sempat populer di indonesia tahun 1993-an.

Ceritanya berkisah tentang kehidupan 7 bersaudara, yang sebenarnya merupakan anak-anak dari seorang shogun, tapi berasal dari lain ibu. Mereka tinggal di perkampungan Karakuri, diasuh oleh seorang pelayan tua bernama Hiro, yang sebenarnya adalah ajudan ayah mereka. Suatu hari mereka memutuskan untuk melakukan perjalanan bersama untuk mengunjungi makam ibu mereka masing-masing.

Berikut adalah tokoh-tokohnya :

Goma, 22 tahun
Saudara tertua yang merupakan seorang pengarang komik. Dia dan saudara ke3 yang bernama Keshi, sama- sama mempunyai hobi minum-minum


Asajiro, 20 tahun
Keahliannya bermain pedang dan pandai melukis tentang masa depan. Sangat populer di kalangan wanita



Keshi, 18 tahun
Seorang biarawan yang suka minum-minum




Shichimi, 15 tahun
Mempunyai sifat baik hati dan suka menolong orang lain. Puteri seorang shogun yang bernama Putri Koto terus berusaha mengejarnya.


Natane, 13 tahun
Di luar sifatnya yang terlihat galak, ia sangat menyayangi saudara-saudaranya, dan paling dekat dengan si kecil Sansho. Secara diam-diam, ia selalu dilindungi oleh seorang pembunuh bayaran bernama Furon

Chinpi, 10 tahun
Otaknya yang cerdas membuatnya sering bereksperimen dengan menciptakan alat-alat unik, dan penemuannya ini kerap digunakan oleh saudara-saudaranya


Sansho, 3 tahun
Seorang ninja kecil yang hobby bermain di genteng rumah mereka sehingga menyebabkan kerusakan disana-sini. Hanzo sering menemaninya bermain secara diam-diam.


Suatu hari, secara tak sengaja, Sansho mendengar pembicaraan Hiro dan Hanzo, bahwa salah satu di antara mereka ternyata bukanlah saudara mereka. Hubungan antar mereka yang sangat dekat walaupun berlainan ibu, membuat mereka tidak mau mempedulikan hal itu.

Sementara itu, Takamitsu yang sebenarnya adalah paman mereka sendiri, secara diam-diam menyimpan kebencian terhadap 7 bersaudara, dan memberi imbalan bagi siapa saja yang bisa menghabisi nyawa mereka. Hal ini menyebabkan perjalanan mengunjungi makam ibu mereka dincar banyak bahaya. Namun seorang ninja bernama Hanzo diam-diam selalu setia melindungi mereka selama dalam perjalanan.

Selasa, Juli 29, 2008

Ben


Ben, the two of us need look no more

We both found what we were looking for

With a friend to call my own

I’ll never be alone

And you, my friend will see

You’ve got a friend in me

(You’ve got a friend in me)


Ben, you’re always running here and there

(Here and there)
You feel you’re not wanted anywhere
(anywhere)

If you ever look behind

And don’t like what you find

There’s something you should know

You’ve got a place to go

(You’ve got a place to go)

I used to say “I” and “me”
Now it’s “us”, now it’s “we”

(I used to say “I” and “me”
Now it’s “us”, now it’s “we”)


Ben, most people would turn you away

(Turn you away)
I don’t listen to a word they say

(A word they say)
They don’t see you as I do

I wish they would try to
I’m sure they’d think again
If they had a friend like Ben

(A friend) Like Ben
(Like Ben)
Like Ben

by Michael Jackson

Salah satu lagu hitsnya Michael Jackson yang entah kenapa selalu membuatku merasa sedih saat mendengarnya. Membayangkan seseorang yang ditolak oleh lingkungan, tidak mempunyai teman, dan selalu hidup dalam kesendirian, bayangkan seandainya kita yang seperti itu...

Beranikah kita berteman dengan seseorang seperti itu, atau kita hanya menjauh seperti yang lainnya? Kita tidak boleh lupa, bahwa di mata Dia, kita semua adalah sama. Jadi kita pun harus berani berkata "They don't see you as I do, I wish they would try to". Bukalah hati kita selalu untuk semua orang yang membutuhkan kehadiran kita.

Senin, Juli 21, 2008

Hati Yang Gelisah

Ketika waktu terus berjalan
Ketika asa terus bertanya
Berputar dalam gelombang hidup
Dihempas ke dalam kehampaan

Saat hanya tersisa sebuah hati
Yang terus gelisah
Yang terus bertanya
Berakhir termenung dalam kesendirian

Saat itu Engkau datang
Membawa cinta dan harapan
Membuatku termangu
Membuatku merasa malu

Maafkan aku…
Pernah ragu dengan rencanaMu
Pernah ragu dengan cintaMu
Sekali lagi, maafkan aku...

Kini aku percaya
Hanya Engkau lah yang paling mengerti diriku
Hanya Engkau lah yang tahu apa yang terbaik untukku
Kan kubaktikan cintaku hanya padaMu…