Tampilkan postingan dengan label Tentang Sang Pencipta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Sang Pencipta. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 07, 2010

Tak Pernah Ada Kebetulan

Saat kau bersuka dengan hidupmu
Dan orang-orang begitu mengagumimu
Kau berpikir semua karena kepintaranmu belaka

Dan ketika kau bersedih dengan deritamu
Serta orang-orang mencercamu
Kau pun mengeluh mempertanyakan keadilan

Pernahkah terbesit di hatimu
Selalu ada maksud dan tujuan di balik semua itu
Karena percayalah, kebetulan itu tidak pernah ada

Sukacitamu, hanya karena Dia memudahkan jalanmu
Kesedihanmu, karena Dia hendak mengingatkanmu
Ada campur tanganNya yang ingin menjadikanmu luar biasa
Semua berjalan dalam konteks cerita yang sempurna

Sejenak, duduk, diam dan resapilah
Adakah perbuatanmu mencerminkan keindahan Penciptamu
Adakah karyamu telah berbuah nyata bagi sesamamu

Oleh karena itu, bangkit, berjalan dan hadapilah
Biarkan kehendakNya bekerja dalam hidupmu
Rasakan kehadiranNya dalam setiap skenario kehidupanmu

Dan apabila Dia selalu menyertaimu
Lalu apa lagi yang hendak kau resahkan...

Rabu, Desember 16, 2009

Kuingin Tahu Tentang Surga


Seperti apakah surga...
Aku dengar tidak ada kesedihan di sana
Penghuninya rasakan bahagia tiada tara

Dimanakah surga itu berada...
Katanya akan banyak malaikat di sana
Yang wajahnya akan bersinar bak cahaya

Mungkin akan banyak bidadari kecil menari
Diiringi lantunan suara merdu yang terus bernyanyi
Kedamaiannya sungguh belum pernah terasakan oleh hati

Sepertinya akan ada taman langit indah berbunga
Dengan riak air bergemericik mengalir bermuara
Keindahannya sungguh belum pernah terlihat oleh mata

Dengan siapakah kita akan hidup di sana?
Akankah kita berjumpa dengan orang yang sama?
Akankah kita kenali mereka seperti saat kita hidup di dunia?

Sesungguhnya, surga itu tempat ataukah rasa?

Senin, November 23, 2009

Kapan Terakhir Kali Engkau MenyapaKu?

Sudah 3 hari ini hujan turun tanpa berhenti. Pagi ini aku terbangun lebih awal, merasa dingin karena selimut tersingkap. Aku bergegas bangkit untuk memulai hari. Baru saja hendak melangkahkan kaki keluar kamar, seperti ada bisikan lirih yang menyapaku, "Kapan terakhir kali engkau menyapaKu?"

Termenung lama aku mendengar teguran itu. Kuurungkan niatku untuk segera keluar dari kamar. Aku kembali terduduk di kasur, dan bertanya pada diri sendiri "Kapan terakhir kali aku menyapaMu?" Aku terlalu sibuk dengan kehidupanku, dengan masalah-masalah yang kerap membebaniku, dengan rutinitas sehari-hari yang menyita waktuku.

Saat malam tiba, sering aku langsung tertidur tanpa sempat bercerita padaMu tentang hariku. Saat pagi terbangun, aku langsung bergegas mengawali rutinitasku tanpa sempat mengucapkan selamat pagi padaMu. Ah, aku tidak melupakanMu, aku tetap selalu mengingatMu, bantahku dalam hati berusaha membela diri. Tapi pertanyaan itu terngiang kembali, "Kapan terakhir kali engkau menyapaKu?"...

Sekalipun Engkau tak pernah melupakanku, tapi mengapa aku begitu sering mengabaikanMu? Seringkali hanya pada saat-saat dimana aku merasa tak mampu lagi menanggung masalahku, barulah saat itu aku sibuk mencariMu. Sedih dan susahku seringkali kubagikan padaMu. Tetapi suka dan bahagiaku lebih sering kusimpan untuk diriku sendiri. Namun demikian, Engkau tetap tak pernah meninggalkanku, bahkan pagi ini tetap menyapaku dengan penuh kerinduan.

Aku termenung lama memikirkan hal ini. Bagaimana mungkin aku menolak sebuah cinta dariNya? Sementara Dia terus mencintaiku tanpa peduli aku mengingatNya ataupun tidak. Apakah manusia-manusia yang kerap kali mengeluh tentang cintanya yang tak berbalas menyadari bahwa mereka sendiri kerap menolak cinta dariNya? Spontan, terlintas di benakku lirik sebuah lagu yang akhir-akhir ini seringkali diputar di televisi :
Kutetap mencintaimu masih, meski kau tak cinta Aku
Kutetap merindukan, meski kau tak pernah merasa sedikit pun untuk merindukan Aku
CintaKu ini bukan cinta milik manusia biasa
CintaKu ini cinta sejati yang paling sejati
Kutetap memaafkan salahmu mesti kau terus sakiti
Kutetap menerima seribu kata maaf yang selalu kau ucapkan dari bibirmu yang manis
Kini aku mengerti, pencipta lagu itu berusaha untuk menggambarkan cinta dariNya yang kerap diabaikan oleh manusia.

Segera aku bersujud, menangkupkan kedua tanganku, serta memejamkan mataku, berusaha merasakan kehadiranNya "Selamat pagi Sang Pencinta, naungilah aku selalu dengan kasih karuniaMu, sertailah langkahku supaya selalu ada dalam kehendakMu...Amin..."

Senin, Juli 21, 2008

Hati Yang Gelisah

Ketika waktu terus berjalan
Ketika asa terus bertanya
Berputar dalam gelombang hidup
Dihempas ke dalam kehampaan

Saat hanya tersisa sebuah hati
Yang terus gelisah
Yang terus bertanya
Berakhir termenung dalam kesendirian

Saat itu Engkau datang
Membawa cinta dan harapan
Membuatku termangu
Membuatku merasa malu

Maafkan aku…
Pernah ragu dengan rencanaMu
Pernah ragu dengan cintaMu
Sekali lagi, maafkan aku...

Kini aku percaya
Hanya Engkau lah yang paling mengerti diriku
Hanya Engkau lah yang tahu apa yang terbaik untukku
Kan kubaktikan cintaku hanya padaMu…